Wednesday, March 14, 2018

Layaknya Hening Kita Akan Tetap Seperti Itu




Pixabay


Pagi ini hujan turun lagi. Hujan menyapaku terlalu pagi.
Baru pukul empat menjelang subuh. Aku enggan beranjak dari selimutku.
Namun suara rintik hujan di luar sana menghipnotis tubuhku.
Aku melangkah berat ke dekat jendela membuka tirai yang sedikit berayun-ayun 
karna angin yang menyatu dengan hujan.
..

Aku tau berdoa di tengah derasnya hujan seperti ini akan mudah di kabulkan.
Hari ini Aku akan berdoa juga, doa yang sama walau Aku tau Tuhan mungkin tidak akan pernah mau mengabulkan doaku ini. Atau kah Aku yang terlalu terburu-buru?  
Aku berusaha untuk selalu berprasangka baik kepadanya.

Rasanya aneh, 
saat diam-diam Aku masih berharap suatu saat doa itu terkabul meski dalam keadaan yang sudah berbeda. Aku akan tetap bersyukur.
Kalaupun tidak pernah terkabul mungkin itu bukan yang baik untukku ataupun untuk yang lain. Belum pernah ada doa yang tidak di kabulkan. 
Semua di kabulkan meski tidak benar-benar seperti yang di doakan.
Kau hanya perlu memohon. Dan tunggu saja.

Hari ini hujan juga membawaku mengingat pada sebuah kenangan empat  tahun yang lalu.
Aku tak paham kenapa sekarang bisa menjadi bagian dari takdir yg harus ku jalani dengan ikhlas.

Aku pernah  begitu mencintai dan dicintai seseorang.
Sampai aku yakin tidak akan ada yg bisa menandingi cintanya kepadaku. 
Membuatku malu mengakui Aku korban pengkhianatan.
Jangan tanyakan rasanya, sudah pasti hati seperti di cekik tiba-tiba dari dalam menjalar ke seluruh tubuh seperti ingin menghentikan seluruh nadi yang bergerak. Sakit memang.  
Namun perlahan waktu mengajariku cara menerima kekalahan.
Aku berdamai dengan diriku sendiri tanpa menoleh kembali ke belakang.

Ku pikir Tuhan akan memberiku penggantinya.
kembali lagi Aku tak habis pikir, kenapa Tuhan memisahkan lalu mengembalikan Dia lagi untukku dalam keadaan yg belum bisa Aku pahami sepenuhnya.

Mungkinkah Doanya terlalu kuat dari doaku.
Entahlah..
...

Aku pernah menginginkan seseorang sebelum ini untuk menjadi imamku.
Pernah berangan suatu saat bisa satu atap dengannya.
Pernah berkhayal mengunjungi maldives untuk berbulan madu dengannya.
Rasanya terlalu berlebihan. Aku suka tertawa sendiri kala mengingat doa itu.

Ya..
Tuhan mungkin enggan mengabulkan. Mungkinkah doaku yang terlalu egois?
Bertabrakan dengan doa-doa lain yang lebih baik untuk diriku.
Mungkin juga ada doa dari orang tua yang menginginkan jodoh yang baik untuk anak-anaknya kelak. dan itu bukan Dia juga bukan Aku yang jadi bagian dari takdirnya.

Aku yakin itu jadi alasan kuat untuk Tuhan menggerakan hatiku 
agar mengiyakan sebuah lamaran di hari ini. 
Ku buat keputusan ini bukan untuk diriku sendiri, tapi untuk kebaikan semuanya.
Walau kadang rasa ikhlas yang seperti tidak rela ini terus menghantuiku.

Aku selalu penasaran bagaimana rasanya hati setelah ini.
yang berani menyudahi semuanya padahal diam-diam ingin.
Rasanya sulit merelakan, mengikhlaskan yang belum sempat termiliki.
Membunuh semua angan dan harapan yang belum sempat di wujudkan menjadi nyata.
Disini Aku akan terus meyakini diriku sendiri.
Seperti katamu takdir tak pernah salah, ini yang terbaik.

Untuk kamu yang pernah ada dalam untaian doaku.
Walau takdir kita berbeda. Tenang saja, Aku akan terus berdoa untuk semua kebaikanmu. 
Sampai nanti kamu menemukan yang baru.

Semoga kelak wanita yang akan bersamamu bisa memahami, kamu pernah punya kenangan yang menguatkan yang mampu mengantarkan kamu untuk bisa sampai kepadanya.
Dan semoga Dia juga bisa mengatakan kepadamu.

"Ana Uhibbuka fillah..







Kepada kamu yg masih akan terus hidup di dalam ingatanku.
Selama kamu masih ada di dalam sini, kamu takkan ku sebut pergi.

***






Love kids

46 komentar

daerah mana neng ujan?
di rumah abang engga ujan kok

mantap ini mbak coba bikin buku mbak dari tulisannya..

Jangan tanya rasanya di khianati, kirain gak dijawab. Ternyata seperti dicekik yaa,, Maaf ya buat yang pernah di khianati :(

Rasa sakit ini akan aku ingat,sampai lupa.. Sekian

mmmm.... alur ceritanya menarik walau saya terpaksa menerka nerka siapa ssok yg mbak masukkan didalam doanya. :)

Nahlooo!!! Siapakah dia... Apakah Nia...???? 😱😱😱

Di hening malam ini basah sentuhan gerimis datang menghanyutkan sinar rembulan...

Kurentangkan jendela seruan waktu yang berlalu.. Sedangku masih menunggu ungkapan rasa demi keinginan baikmu untuk bersama menempuh jalan hidup..

Kuingin selalu dekatmu sepanjang hidupku membawamu kepuncak bahagia...😂😂😂😂😂

NtB Bang,
Daerahnya dimana tuh?

InsyaAllah Mas Nucky,waktunya belum ada ini, heheh

Hahaha,, kepada yg pernah terkhianati..

Hayo siapa..? Hmm siapa ya, ada la..

Hayo siapa?
Mas satria ini lagi belajar baca syair ya,,

Gagal move one lagi deh intinya :p
Gapapa deh saya juga pernah melakukan nya ,berdoa agar bisa ketemu saja gapapa sama mantan (kalo balikan kan terlalu tinggi) tapi gak dikabulin ya udah deh saya langsung flashing otak ��

Dalam hening
Aku sering menemukan kedamaian
Dalam sepi kadang meratapi nasib diri
Dalam sunyi adakah yang setia menemani..??

Cie.. ciee.. edisi galau.. mba nia...

Aku pun korban pengkhianatan kakak. Bhahahaha, lah malah bahagia bgt nih. Jd ada temennya. Bentar lg paling jadian sama itu tuh, cieeee. Udah di telpon lg belum? Udah pastinya kan, yayayya. Hahaha

Iya kang, lagi galau bingit! haha

Jadian apaan?kebanyakan bahas mantan.. :p
jadi ga fokus sama tulisan akoh,,, hiksss

jangan galau mbak nia.

memang beginilah cinta
deritanya tiada akhir... :D

dalam nih tulisannya... berusaha mencerna kata2 mba Nia nih he he he...

Puitis banget yah mbaknya. Hehe, dalem nih sepertinya. :D

Bulan madu nggak usah jauh-jauh ke Maldives mbak, udah di Lombok aja... Dapet view bagus kok, Hehe..

Aaamiinn

Ahhh, soh sweehtt
ngilu ngilu haru biru gitu bacanya T.T

saipakah gerangan yang ada dalam doa
yang pasti semoga diberi terbaik sesui dalam doa...

Mas juni tuh yg galau.. :p

ya.. begitulah..

saya harap dalamnya ga nyaingi samudra ya mba monic, haha

puitis dikit gpp kan yah.. hihi

kalau bareng yg di sayang sih gpp.. lombok rasa maldives, hahaha

haru biru mirip drama korea dong, hiks..

ada la Mas ik,, aamiin ya Rabb..

aku slealu menyikapi hujan dengan diam , sejuta inspirasi muncul kala hujan , kadang bahagia kadang pula kesedihan datang merasuk jiwa dikala hujan

iya mbak.. aku galau.. baru tanggl 21, tpi duit gaji bulan kemarin udah menipis.. wkwkwk

halo niaaa sayaang,,, jangan galau terus donkkk hehehehe bikin sedh liat anak abg jangan sedih karena ditinggal pasangan yaa hehehe.. semoga cepet dapat yang terbaik yaaaa..

ya sama aja Mas Juni, masih mending tgl 21 baru menipis, saya ludes.. hahay

iya bang, makanya aku suka hujan..

aamiin,, makasih mba vika doanya..

Saya kira wajah seceria mbak nia gak bisa galau, hehe… ternyata sama aja yaa…

Saya dong baru gajian, hihi… yang lagi galau silakan merapat…

saya masih manusia kang maman, pasti bakalan ngrsain galau juga hiks..
waah, cpt bgt gajiannya ..

suka di kalimat paling akhir, dia kayaknya gak bakalan ngelupain org yg disayanginya deh

untuk lupa itu ga mungkin, ingatan akan tetap ada..

Bener, lupa itu ga mungkin, hanya mengalihkan perhatian. Itu...

Yang seperti ini nih, yang membuat orang selalu ingat mantan.

Sebenarnya salah jika ada orang yang mengistimewakan perasaannya untuk sang mantan apalagi untuk tidak dilupakan.

Lalu bagaimana untuk sang imam yang sesungguhnya apakah ia akan hanya mendapat sisi dari sang mantan?

(Suer saya gak ngajak ribut kok)

Cerah bgt mba smpe gerah disini.. Hiks

Waduh, ini bukan tntang mantan ya mas nuhan..
Gimana ya jelasinnya, someone,ya gitu lah pokoknya.
Haha,

Untuk sang imam ttp utuh kok mas.. :)

Hei,, terima kasih atas kunjungannya
jangan lupa berkomentar biar bisa jalan-jalan juga ke blog kamu..
:)
EmoticonEmoticon